Review: Game “Puzzle 5 Dasar”, Tegang tapi Menghibur

Puzzle 5 Dasar adalah judul permainan yang jelas-jelas tidak bisa dimasukkan ke dalam kategori permainan kasual, karena setiap pemain harus mengerahkan segenap konsentrasi dan kecepatan tangan untuk melalui tantangannya.

Hadir dengan formula baru, permainan ini cukup menjanjikan meski ada beberapa catatan. Berikut ulasan KompasTekno tentang game mobile buatan lokal ini.

Cara mainnya sederhana, pemain hanya perlu menyentuh gambar huruf yang bergerak dari layar bagian atas ke bagian bawah, huruf disentuh secara berurutan untuk membentuk satu kata atau frasa.

Kumpulan kata atau frasa itulah yang disebut soal dan bisa dibuka setelah pemain berhasil menyentuh huruf dalam jumlah tertentu.

Permainan berakhir bila ada huruf yang berhasil sampai di bagian bawah layar tanpa berhasil tersentuh.

Pengalaman KompasTekno, semula permainan ini terasa mudah dan menjemukan, karena huruf yang bergerak di layar dengan mudah disentuh, terlebih mereka keluar secara berurutan sehingga pemain hanya perlu fokus pada huruf yang terlihat pertama kali.

Namun seiring permainan berlangsung, tingkat kesulitan pun ikut bertambah dengan kecepatan huruf yang menjadi berlipat-lipat.

Google Play Store
Game Puzzle 5 Dasar
Jadilah kemudian mata harus awas melihat huruf yang bergerak dalam empat lajur yang membagi layar ponsel atau tablet kita. Jemari tangan harus bergerak cepat dan tepat menyentuh huruf yang kian berlari semakin cepat.

Beruntung, pengembang permainan tidak membuatnya lebih “menyiksa” dengan memasukkan huruf yang tidak dibutuhkan oleh soal.

Permainan ini untuk sementara baru tersedia bagi perangkat yang menggunakan sistem operasi Android dan iOS. Adalah Kardus Imajinasi, nama di balik permainan “Tebak Gambar” yang kembali menyapa sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam pengembangan permainan ini bersama NXN dan Puzzle House.

Dengan masa pengembangan 3 bulan, permanan ini menampilkan karakter Si Udin, seorang pelajar sekolah dasar yang nakal namun banyak akal.

Notifikasi mengganggu

Salah satu keluhan dari permainan ini adalah, keberadaan video iklan yang tidak bisa segera ditutup, sehingga membuyarkan konsentrasi pemain yang ingin melanjutkan permainan. Video iklan yang durasinya sekitar 10 detik bisa mengganggu pengalaman bermain.

Pemain juga sebaiknya mematikan pemberitahuan dari aplikasi lain, misalnya layanan messaging, karena huruf yang muncul dari atas bisa tertutup tiba-tiba oleh pemberitahuan/notifikasi pesan yang masuk.

Mematikan koneksi data bisa jadi opsi, tapi pemain bisa kehilangan opsi untuk meneruskan permainan bila berakhir.

Yang menarik dari permainan ini adalah, strategi kolaborasi sang pembuat dengan karya intelektual (IP) atau situs lainnya, seperti Ghosty Comic, Gadgetren, atau Kartun Ngampus. Setiap nama tadi mewakili satu soal untuk diatasi pemain. Soal-soal lain juga mewakili tema tertentu.

Tegang namun menghibur

Permainan ini akan membuat pengguna tegang, tapi pada akhirnya bisa menghibur.

Game Puzzle 5 Dasar bisa diunduh di toko aplikasi Google Play Store untuk Android di tautan berikut ini.

Untuk versi iOS-nya, game tersebut bisa diunduh di App Store melalui tautan berikut ini.

Begini Efek Ponsel Dipajang di Meja Kerja

Jangan pajang ponsel pintar Anda di meja kerja. Kaspersky bersama Universitas Würzburg dan Nottingham Trent melakukan penelitian mengenai efek ponsel terhadap pekerjaan. Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang jauh dari ponselnya ternyata lebih rajin dan produktif.

Penelitian tersebut menggunakan sampel 95 orang berusia antara 19 hingga 56 tahun. Rentang usia ini dipilih dengan alasan untuk menyeimbangkan kondisi serta jenis kelamin dalam setiap lokasi laboratorium.

Orang-orang yang secara sukarela menjadi partisipan itu diminta untuk bekerja di laboratorium dengan situasi berbeda-beda. Ada yang diminta bekerja sambil mengantungi ponselnya, menaruh ponsel di atas meja, menyimpan ponsel di laci yang terkunci, dan bekerja sementara ponsel dipindahkan dari ruangan tersebut.

Selanjutnya, peneliti mengukur tingkat konsentrasi partisipan saat bekerja. Hasilnya, diketahui bahwa orang menyimpan ponsel di atas meja cenderung kurang konsentrasi. Namun konsentrasi tersebut dapat bertambah baik seiring makin jauhnya jarak antara seseorang dengan ponsel.

Secara keseluruhan, konsentrasi seorang pekerja meningkat 26 persen saat ponsel miliknya tidak berada di ruangan tempatnya bekerja. Saat ponsel tidak ada di sampingnya, ternyata pemilik ponsel tidak merasa gelisah.

“Sebelumnya, penelitian menunjukkan bahwa di satu sisi, seseorang yang terpisah dengan smartphonenya membuat orang merasa gelisah. Namun di sisi lain, penelitian ini menunjukkan bahwa smartphone dapat menjadi gangguan,” terang anggota tim penelitian tersebut, Jens Binder dari Universitas Nottingham Trent.

Dengan kata lain, imbuh Binder, penelitian kehadiran dan ketidakhadiran ponsel sama-sama bisa mempengaruhi konsentrasi seseorang. Efek yang paling bagus adalah peningkatan konsentrasi saat seseorang jauh dari ponselnya.

Kesimpulan lain penelitian itu adalah, wanita cenderung lebih mudah gelisah ketimbang pria. Namun menurut peneliti, hal ini dipengaruhi masalah jender, bukan soal ada atau tidak adanya ponsel di dekat pemilik.

Kaspersky menganggap hasil penelitian yang dikerjakan bersama dua universitas tersebut berguna bagi pebisnis yang ingin meningkatkan produktivitas dan mengamankan diri dari masalah keamanan cyber.

“Alih-alih mengharapkan akses permanen ke smartphone mereka, produktivitas karyawan kemungkinan dapat ditingkatkan jika saja mereka memiliki waktu khusus untuk ‘smartphone free’,” ujar Vladimir Zapolyansky, Head of SMB Marketing, Kaspersky Lab melalui keterangan resmi pada KompasTekno, Minggu (4/9/2016).

“Salah satu cara untuk melakukan ini dengan menerapkan ‘peraturan rapat’ yaitu tidak boleh ada ponsel, dan tidak boleh ada komputer – di lingkungan kerja yang normal,” imbuhnya.

Zenfone 2 Akhirnya Kebagian Android “Marshmallow”

Asus akhirnya merilis pembaruan sistem operasi Android 6.0 Marshmallow untuk Zenfone 2 (ZE551ML). Pembaruan ini mesti dilakukan secara manual oleh pengguna.

Pada saat perilisan perdananya, Asus membekali Zenfone 2 dengan sistem operasi Android 5.0 Lollipop dan mereka berjanji akan merilis pembaruan ke Android 6.0 Marshmallow pada Februari 2016. Meskipun terlambat, akhirnya perusahaan asal Taiwan itu menepati janjinya pada pengguna.

Pembaruan sistem operasi Asus Zenfone 2 ke Android Marshmallow dapat Anda unduh secara manual melalui tautan ini.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari GSM Arena, Senin (5/9/2016), pembaruan ke Android Marshmallow akan membatalkan pre-load berbagai aplikasi di Zenfone 2.

“Pesawat Luar Angkasa” Apple Mulai Hidup

Apple Campus 2 yang berdiri di atas lahan 70 hektar mulai “hidup”. Beberapa pohon ditancapkan di area-area tertentu. Arsitektur tamannya pun sudah terlihat.

Bangunan yang berbentuk pesawat luar angkasa tersebut terletak sekitar 1,6 kilometer ke arah timur kantor pertama Apple di Cupertino, California, AS.

Jika dibandingkan September 2015 lalu, sudah ada beberapa peningkatan pembangunan per September 2016, sebagaimana terekam dalam video drone yang dilaporkan BGR dan dihimpun KompasTekno, Senin (5/9/2016).

Perbedaan paling mencolok tampak pada dinding dan atap bangunan. Instalasi kaca yang menyelimuti kampus kedua Apple ini hampir rampung.

Sementara itu, pemasangan panel matahari alias solar panel sudah menutupi hampir setengah sisi atas bangunan. September tahun lalu, belum ada satu pun solar panel yang terpasang.

Beberapa bangunan terpisah dari gedung baru Apple juga mulai gagah berdiri. Masing-masing adalah pusat fitnes, dua garasi yang mampu menampung 8.000 mobil, lorong bawah tanah, auditorium bawah tanah, serta bangunan khusus riset dan pengembangan alias R&D.

Saat sudah beroperasi nanti, Apple Campus 2 diperkirakan bisa menampung sekitar 12.000 orang pekerja.

Apple Campus 2 tak berwujud gedung utuh, melainkan kombinasi dengan ruang terbuka hijau. Rencananya sekitar 80 persen dari komplek perkantoran tersebut merupakan ruang hijau berisi 7.000 pohon.

Inikah Wujud Redmi 4?

Xiaomi Redmi 4 digadang-gadang meluncur bersamaan dengan Redmi Note 4 beberapa pekan lalu. Nyatanya, varian tanpa Note itu masih “disimpan” hingga waktu yang belum dipastikan.

Tampaknya waktu tersebut tak bakal lama lagi. Pasalnya, “bocoran” wujud Redmi 4 telah beredar di situs TENAA yang tak lain merupakan pusat sertifikasi perangkat telekomunikasi di China.

Ada dua perbedaan fisik paling mencolok yang membedakan Redmi Note 4 dengan bocoran gambar Redmi 4, sebagaimana dilaporkan Gizmochina dan dihimpun KompasTekno, Senin (5/9/2016).

Pertama, Redmi 4 terlihat lebih kecil dibandingkan Redmi Note 4. Hal itu wajar sebab varian Note memang selalu dibuat lebih jumbo.

Kedua, lengkungan alias curve pada Redmi 4 tak sama dengan curve pada Redmi Note 4. Pada varian Note, lengkungannya lebih tegas.
TENAA
Bocoran gambar Xiaomi Redmi 4

Sama seperti sang kakak, Redmi 4 juga memiliki fitur pemindai sidik jari alias fingerprint scanner. Letaknya di bawah kamera utama yang memiliki flash LED pada sisi kirinya.

Logo Mi ditaruh beberapa inci dari landasan garis antena di sisi bawah. Tombol volume dan on/off masih di sisi kanan ponsel, sementara slot kartu SIM di sisi kiri.

Beberapa bocoran spesifikasi Redmi 4 antara lain RAM 3GB, memori 32GB, tampilan Full HD, MIUI 8, Android 6.0.1, dan prosesor Helio P10.

Harganya diisukan berkisar 105 dollar AS atau senilai Rp 1,3 jutaan. Benar atau tidaknya belum bisa diketahui hingga Redmi 4 benar-benar dirilis.

Galaxy Note 7 Versi China Dijamin Anti-meledak

Penarikan kembali Galaxy Note 7 dari pasaran dunia menimbulkan kehebohan. Bagaimana tidak, permasalahan baterai menyebabkan ponsel ini rawan meledak atau terbakar saat sedang di-charge.

Namun, konsumen di China agaknya bisa berlega hati. Samsung mengatakan bahwa unit-unit ponsel Galaxy Note 7 yang mulai dijual di Negeri Tirai Bambu tersebut pada 1 September lalu dijamin tak bakal meledak.

“Versi (Galaxy Note 7) untuk pasaran China menggunakan baterai dari pemasok berbeda,” sebut Samsung dalam sebuah pernyataan bertanggal 2 September 2016 yang dirangkum KompasTekno dari GSM Arena, Senin (5/9/2016).

Sebelumnya, The Korea Herald sempat memberitakan bahwa sejumlah Galaxy Note 7 yang terbakar memakai baterai buatan ITM Semiconductor, sebuah perusahaan rekanan Samsung.

Merujuk penyataan di atas, Galaxy Note 7 yang dipasarkan di China menggunakan baterai dari pabrikan lain.

Menurut Samsung, hingga minggu lalu tercatat sudah ada 35 kasus Galaxy Note 7 terbakar akibat baterai yang kepanasan saat di-charge. Permasalahan baterai diperkirakan hanya menimpa 0,1 persen Galaxy Note 7 yang beredar di pasaran.

Namun, Samsung tak mau ambil risiko. Raksasa elektronik asal Negeri Ginseng itu pun menarik kembali sebanyak 2,5 juta unit Galaxy Note 7 yang kadung dikirim ke 10 negara.

Baca: Samsung Resmi Recall Galaxy Note 7

Pesanan Galaxy Note 7 di Tanah Air ikut terimbas dan dibatalkan lewat mekanisme refund. Untuk mengobati kekecewaan pembeli, Samsung Indonesia menyiapkan kompensasi berupa voucher belanja dan potongan harga, apabila konsumen tetap ingin membeli Galaxy Note 7 saat kembali tersedia dengan perbaikannya.

Android Tanpa “Bezel” Nubia Z11 Bersiap Masuk Indonesia

Nubia, anak perusahaan ZTE, berencana merilis smartphone terbarunya Z11 ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Smartphone ini dirancang memiliki layar tanpa bezel (bingkai di bagian tepi) dan masuk ke segmen premium.

Sebenarnya Nubia Z11 telah dirilis sejak beberapa waktu lalu. Namun saat itu, ketersediaannya hanya dibatasi untuk wilayah China saja.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Engadget, Senin (5/9/2016), Nubia Z11 dibekali dengan spesifikasi yang cukup tinggi.

Ciri khasnya adalah layar 5,5 inci Full HD 1080p dengan screen to body ratio 81 persen. Artinya, bagian depan ponsel ini terlihat seolah tak memiliki bingkai, hanya layar saja seutuhnya.

Namun Nubia tidak hanya ingin mengandalkan layarnya saja. Nubia Z11 dilengkapi dengan spesifikasi teranyar, seperti “otak” pemrosesan berupa chipset Qualcomm Snapdragon 820, memori internal 64 GB, dan RAM 4 GB.

Jika tidak puas dengan RAM tersebut, masih tersedia lagi satu versi Z11 yang dibekali dengan RAM 6 GB.

Selain itu, Nubia Z11 juga dijagokan dalam aspek fotografi. Kamera utamanya memiliki ketajaman 16 megapiksel dengan aperture f/2.0 dan berbagai kombinasi hardware, serta software penstabil gambar.

Ada juga fitur yang membuat kamera utama ponsel bisa mengatur durasi paparan cahaya (exposure) hingga 72 detik. Perusahaan asal China ini menjanjikan kualitas jepretan kamera utama yang mendekati kamera DSLR.

Nubia Z11 juga memiliki kamera depan setajam 8 megapiksel. Tidak ada fitur yang terlalu mencolok di bagian ini.

Pengguna bisa mendapatkan Nubia Z11 dalam dua jenis berbeda. Jenis standar, dengan RAM 4 GB, dibanderol 557 dollar AS atau sekitar Rp 7,3 juta.

Nubia Z11 dengan warna hitam dan emas dijual lebih tinggi karena dilengkapi RAM 6 GB. Produk versi ini dijual 668 dollar AS atau sekitar Rp 8,8 juta.

Pihak Nubia berkata bahwa produk ini akan disebar ke luar China mulai September ini. Meski begitu, tidak disebutkan waktu pasti kehadirannya di Indonesia.

Tidak disebutkan juga, apakah Nubia akan merilis dua versi tersebut atau salah satunya saja.